Waktu Mustajab untuk Berdoa merupakan salah satu pembahasan penting dalam Islam. Meskipun seorang Muslim dapat berdoa kapan saja, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa terdapat beberapa waktu istimewa yang lebih dekat dengan ijabah. Oleh sebab itu, mengetahui waktu-waktu tersebut membantu setiap Muslim memaksimalkan doa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Doa sendiri merupakan inti ibadah dan menjadi wujud penghambaan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Melalui doa, seorang Muslim menyampaikan harapan, rasa syukur, kebutuhan, serta permohonan kepada Allah Swt. Karena itulah, Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa dalam berbagai keadaan, baik ketika lapang maupun sempit.
Sayangnya, masih banyak orang yang melewatkan waktu mustajab untuk berdoa karena kurang mengetahui keutamaannya. Sebagian memilih melakukan aktivitas lain, padahal kesempatan tersebut dapat menjadi momen terbaik untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan berbagai kebaikan dunia maupun akhirat.
Berikut tiga waktu mustajab untuk berdoa yang dianjurkan dalam hadis Rasulullah saw.
Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika berada di antara adzan dan iqamah. Walaupun waktunya singkat, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa doa pada saat itu memiliki keutamaan yang sangat besar.
الدَّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ
Artinya:
“Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. An-Nasa’i dan hadis lainnya).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa jeda menjelang salat berjamaah merupakan kesempatan emas untuk bermunajat kepada Allah Swt. Karena itu, setiap Muslim sebaiknya memanfaatkan waktu tersebut dengan memperbanyak doa, istigfar, dan zikir.
Sebaliknya, hindari menghabiskan waktu dengan berbincang atau bermain telepon genggam. Dengan memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa ini, seorang Muslim dapat mempersiapkan hati agar lebih khusyuk saat melaksanakan salat.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
Dengan demikian, setiap menit sebelum iqamah menjadi kesempatan berharga untuk meraih pahala dan mengharap ijabah dari Allah Swt.
Selain di antara adzan dan iqamah, waktu mustajab untuk berdoa berikutnya adalah ketika hujan turun. Dalam Islam, hujan merupakan tanda rahmat dan kasih sayang Allah Swt. kepada seluruh makhluk-Nya.
Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ مَكْحُولٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ: عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ.
Artinya:
“Carilah waktu dikabulkannya doa pada tiga keadaan, yaitu ketika dua pasukan bertemu, ketika salat hendak didirikan, dan ketika hujan turun.” (HR. Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa ketika hujan turun. Pasalnya, waktu tersebut termasuk salah satu momen yang penuh keberkahan.
Namun demikian, sebagian orang justru sibuk menghindari hujan tanpa memanfaatkan kesempatan untuk bermunajat. Padahal, beberapa menit ketika hujan turun dapat menjadi waktu terbaik untuk memohon ampunan, rezeki yang halal, kesehatan, keberkahan keluarga, serta kemudahan dalam berbagai urusan.
Agar memperoleh keutamaannya, lakukan beberapa amalan berikut.
Dengan cara tersebut, hujan tidak hanya menjadi fenomena alam. Sebaliknya, hujan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah Swt.
Waktu mustajab untuk berdoa lainnya adalah ketika khatib duduk di antara dua khutbah Jumat. Meskipun jedanya singkat, para ulama menjelaskan bahwa saat tersebut termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra menjelaskan:
وَيُؤْخَذُ مِمَّا ذَكَرَ عَنِ الْقَاضِي أَنَّ السُّنَّةَ لِلْحَاضِرِينَ الِاشْتِغَالُ وَقْتَ هَذِهِ الْجَلْسَةِ بِالدُّعَاءِ، لِمَا تَقَرَّرَ أَنَّهُ مُسْتَجَابٌ حِينَئِذٍ
Artinya:
“Dapat dipahami dari penjelasan Al-Qadhi Husain bahwa disunahkan bagi jamaah Jumat untuk menyibukkan diri dengan berdoa ketika khatib duduk di antara dua khutbah, karena pada saat itu doa termasuk waktu yang diijabah.”
Oleh karena itu, manfaatkan jeda tersebut untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah Swt. Jangan gunakan waktu itu untuk berbicara atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.
Memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa tidak hanya bertujuan agar doa segera dikabulkan. Lebih dari itu, kebiasaan tersebut membawa banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.
Semakin sering seseorang berdoa, semakin kuat pula hubungan spiritualnya dengan Allah Swt. Selain itu, ia akan semakin menyadari bahwa hanya Allah tempat bergantung dalam setiap urusan.
Tidak semua doa langsung terkabul sesuai harapan. Meskipun demikian, seorang Muslim akan belajar bersabar sekaligus bertawakal terhadap keputusan terbaik dari Allah Swt.
Seseorang yang rutin memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa biasanya juga lebih rajin berdzikir. Akibatnya, hati menjadi lebih tenang dan jauh dari kegelisahan.
Doa mengajarkan bahwa tidak ada perkara yang mustahil bagi Allah Swt. Oleh sebab itu, seorang mukmin akan selalu memiliki harapan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ketika seorang Muslim memanfaatkan waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa, ia bukan hanya memohon kepada Allah Swt., tetapi juga menghidupkan sunnah Rasulullah saw.
Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang lupa memanfaatkan kesempatan yang penuh keberkahan. Padahal, waktu mustajab untuk berdoa di antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, maupun ketika khatib duduk di antara dua khutbah Jumat tidak selalu datang.
Karena itu, biasakan diri untuk segera bermunajat ketika kesempatan tersebut hadir. Tidak perlu menggunakan doa yang panjang. Sebaliknya, panjatkan doa dengan penuh keikhlasan, keyakinan, dan harapan kepada Allah Swt.
Setiap Muslim dapat berdoa kapan saja. Namun, Islam memberikan keutamaan khusus pada beberapa waktu mustajab untuk berdoa, yaitu di antara adzan dan iqamah, saat hujan turun, serta ketika khatib duduk di antara dua khutbah Jumat.
Dengan memanfaatkan waktu-waktu tersebut, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah saw., tetapi juga memperkuat hubungannya dengan Allah Swt. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah Swt. menerima setiap doa yang kita panjatkan, mengabulkan permohonan terbaik bagi kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang selalu dekat kepada-Nya. Aamiin.
Jadilah bagian dari kontributor FabizCendikia.com dan sebarkan gagasan yang mencerahkan kepada lebih banyak pembaca.
Lain Kali
Kirim Tulisan
Tulisannya bermanfaat sekali